Membacakan kumpulan dongeng sebelum tidur bukan hanya rutinitas yang menyenangkan, tetapi juga salah satu cara efektif mengajarkan anak tentang empati sejak dini. Melalui kisah-kisah sederhana dari www.optimaise.co.id Dongeng yang penuh makna, anak belajar memahami perasaan orang lain, mengenali emosi, dan membangun rasa peduli terhadap sesama. Aktivitas ini membantu membentuk karakter anak yang lebih lembut, bijak, dan penuh kasih.
Masalah Anak Modern yang Kurang Peka terhadap Lingkungan Emosional
Dalam kehidupan modern, anak-anak semakin banyak berinteraksi dengan teknologi dibanding manusia.
Mereka lebih akrab dengan layar ponsel daripada ekspresi wajah orang di sekitarnya.
Kondisi ini membuat anak kesulitan mengenali perasaan orang lain — sebuah kemampuan yang menjadi inti dari empati.
Psikolog anak Dr. Michele Borba, penulis buku UnSelfie, menjelaskan empati adalah keterampilan yang harus diajarkan, bukan diwariskan.
Jika anak tidak mendapat stimulasi empatik sejak dini, mereka cenderung tumbuh dengan perilaku individualistis dan sulit memahami dampak emosional dari tindakannya terhadap orang lain.
Oleh karena itu, membacakan dongeng sebelum tidur menjadi solusi yang sederhana namun sangat efektif.
Setiap kisah menghadirkan dunia emosional yang kaya dan membuka jendela baru bagi anak untuk memahami makna kebaikan, kesedihan, maupun pengorbanan.
Dongeng Sebagai Media Pembelajaran Empati yang Efektif
Dongeng adalah media storytelling yang secara alami mampu menyentuh sisi emosional anak.
Ketika mendengarkan cerita, anak tidak hanya memahami jalan cerita, tetapi juga ikut merasakan emosi para tokoh di dalamnya.
Melalui proses ini, mereka belajar mengenali berbagai situasi sosial seperti:
-
Mengapa seseorang sedih ketika kehilangan sesuatu.
-
Mengapa karakter tertentu marah atau kecewa.
-
Bagaimana tindakan baik bisa membuat orang lain bahagia.
Contohnya, pada kisah Pohon Apel yang Dermawan (The Giving Tree), anak belajar bahwa memberi bisa membawa kebahagiaan meski tanpa imbalan.
Kisah seperti ini secara tidak langsung menanamkan empati dan rasa peduli terhadap sesama sejak usia dini.
Selain itu, kegiatan mendongeng juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Saat orang tua membacakan cerita dengan ekspresi hangat dan penuh perhatian, anak belajar memaknai empati bukan hanya lewat kata-kata, tapi juga melalui contoh nyata dari orang tuanya sendiri.
Baca Juga: Cerita Seru Perjalanan dari Malang ke Surabaya dengan Travel Malang Surabaya
Manfaat Empati dari Dongeng Sebelum Tidur
-
Meningkatkan Kemampuan Mengenali Emosi
Anak belajar membedakan ekspresi dan perasaan — seperti bahagia, sedih, takut, atau kecewa — melalui pengalaman tokoh cerita. -
Menumbuhkan Kepedulian terhadap Orang Lain
Kisah tentang tolong-menolong, persahabatan, dan pengorbanan mengajarkan anak pentingnya membantu tanpa pamrih. -
Mendorong Anak untuk Reflektif dan Bijak
Setelah mendengar dongeng, anak sering kali merefleksikan perasaan mereka terhadap tokoh tertentu.
Ini membantu mereka memahami nilai moral dan dampak emosional dari setiap tindakan. -
Membangun Dasar Kecerdasan Sosial
Anak dengan empati tinggi cenderung lebih mudah beradaptasi, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
Jenis Dongeng yang Cocok untuk Mengajarkan Empati
1. Dongeng Tentang Persahabatan
Cerita seperti Si Kelinci dan Kura-Kura atau Persahabatan Singa dan Tikus menggambarkan pentingnya menghargai setiap makhluk tanpa memandang besar kecil.
Anak belajar bahwa kebaikan kecil dapat memberikan dampak besar bagi orang lain.
2. Dongeng Tentang Kedermawanan dan Kejujuran
Kisah Anak yang Menanam Biji Kejujuran mengajarkan bahwa tindakan jujur, meski tampak sederhana, selalu membawa hasil baik.
Cerita seperti ini menanamkan kepekaan moral sekaligus tanggung jawab sosial.
3. Cerita Lokal dengan Nilai Sosial
Dongeng Nusantara seperti Timun Mas atau Malin Kundang bukan hanya sarat budaya, tapi juga mengajarkan konsekuensi dari pilihan dan tindakan manusia terhadap sesamanya.
Cerita ini memperkuat pemahaman anak akan hubungan antarindividu dan pentingnya rasa hormat dalam keluarga.
Cara Efektif Menyampaikan Dongeng agar Nilai Empati Tersampaikan
1. Gunakan Nada dan Emosi yang Tepat
Anak akan lebih mudah memahami pesan empati jika orang tua membacakan cerita dengan ekspresi yang hidup.
Gunakan nada lembut saat menggambarkan kesedihan, dan nada hangat ketika menggambarkan kebaikan.
2. Libatkan Anak dalam Cerita
Ajak anak menebak perasaan tokoh.
Misalnya, “Bagaimana perasaan Kancil saat membantu temannya?”
Pertanyaan seperti ini menstimulasi empati melalui proses berpikir reflektif.
3. Kaitkan Cerita dengan Kehidupan Sehari-Hari
Setelah mendongeng, berikan contoh nyata:
“Kalau kamu lihat teman jatuh, apa yang sebaiknya kamu lakukan?”
Dengan begitu, anak memahami bahwa empati tidak hanya ada dalam cerita, tetapi juga di dunia nyata.
4. Ciptakan Rutinitas Konsisten
Jadikan mendongeng sebelum tidur sebagai bagian tetap dari rutinitas malam anak.
Konsistensi membantu anak membangun keterikatan emosional dengan aktivitas positif ini.
Dongeng Investasi Emosional Seumur Hidup
Empati bukanlah keterampilan yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari pembelajaran emosional yang konsisten.
Dengan membacakan dongeng sebelum tidur, orang tua sesungguhnya sedang menanam benih karakter yang akan tumbuh bersama anak hingga dewasa.
Setiap kisah menjadi cermin hati, setiap tokoh menjadi guru, dan setiap momen mendongeng menjadi jembatan kasih yang memperkuat hubungan antara logika, perasaan, dan kemanusiaan seperti penjelasan dari stikesbsm.ac.id.





Leave a Comment